Tentang Persiapan Akad Nikah–Bagian 1

Sebetulnya saya maju mundur membuat tulisan tentang akad ini. Bukan apa-apa, soalnya acaranya pun kecil-kecilan dan terbatas hanya untuk teman dekat dan keluarga dekat saja. Tapi, berhubung hari ini saya bosan dan nggak bisa pulang sebelum jam 5.30 acara ini bermakna buat saya, marilah kita mulai bercerita tentang acara akad yang penuh kekacauan makna tersebut.

1. Persiapan/WO

Berhubung saya masih terikat jadwal kerja dan nggak bisa pulang buat siap ini itu, jadi terpaksalah semua persiapan saya timpakan kepada adik bawel tercinta, Fanny, dan suaminya, Reka, yang baik hati. Untungnya, mertua adik saya punya perusahaan catering, jadi, berhubung keluarga, meskipun jumlah tamu nggak sampai 200 orang, mereka rela buat jadi caterer dengan harga diskon (peluk Reka, makasih ya Ka!, salam sama mamah sama papah) padahal base catering mamah Reka di Bandung, sementara venue di Sukabumi (sungkem sama mamahnya Reka).

Untungnya juga, saya termasuk orang yang baik hati dan nggak ribet (minta digetok Fanny haha), jadi pemilihan menu, dll dll, semua terserah neng Panny sajalah. Sayangnya, Neng Panny malah jadi panik gara2 saya kelewat cuek, dan terpaksalah saya pun browsing model kebaya karena Neng Panny ngambek waktu saya bilang model kebayanya terserah dia aja, hihi. Alhamdulillah, Neng Panny sukses meWO acara akad nikah kakaknya, dengan fee WO janji dibeliin tiket PP ke NY ucapan terima kasih dari hati yang terdalam😀

2. Venue:

Rumah tempat kita tumbuh besar (puitis sekali yak…) di Jalan Suryakencana, Sukabumi.

3. Catering:

Miranty catering punya mamahnya Reka. Dan ternyata memang enaak, terutama dessert sama iga bakar dan siomaynya.

4. Undangan:

Telepon, facebook dan Email, hahahahah. Serius sih, karena memang acaranya cuma keluarga/teman dekat aja, jadilah kita puruskan untuk ga usah cetak undangan (bilang aja pelit :p). Itupun, rencananya yang diundang cuma 75 orang dan akhirnya membengkan sampai 150 orang (halah!). Jadi, saudara handai taulan diundang via telepon, teman2 satu angkatan FKUI 94 diundang via facebook (yang ngundang bukan saya pula, tapi Asti, hehe. Makasih banyak ya Sti, untung kita masih bisa ketemu meskipun lo nyaris gue tinggal balik ke Jakarta), dan buat petinggi2 Departemen Ilmu Penyakit dalam FKUI/RSCM dan BioFarma, diundang via email dengan tak lupa mencantumkan beribu kata maaf (hiperbola banget nggak sih) karena mengundang lewat email.

Alhamdulillah, meskipun nggak pakai undangan resmi, mereka datang sampai saya terharu abis-abisan. Padahal, waktu itu jalan antara Jakarta-Sukabumi macet luar biasa, ada yang sampai terjebak macet sampai 5 jam, ooh maafkan saya, seandainya saya yang punya kuasa, pasti itu jalan tol udah saya bangun dari kapan tau. Dan padahal pula, hari itu di FKUI bertepatan ada acara halal bihalal Penyakit Dalam dan pengukuhan Guru Besar, tapi dari Departemen penyakit Dalam, Kepala Departemen Dr. Heriawan dan istri, Mbak Ryan, datang, sampai bikin saya pengen nangis (dan Dr. Heri dengan santainya cuma bilang: Yah, gue bilang aja sama orang IPD: gue kan ketemu lo tiap hari, ketemu Ivo nggak setaun sekali, jadi mendingan gue ketemu si ivo lah, hahah, aduh doook, maksih ya…*sungkem*). Staf Divisi Tropik Infeksi yang nggak bisa datang diwakilin sama istri2 mereka yang jauh2 datang ke Sukabumi, dan begitu ibu2 tersebut sampai di Sukabumi mereka langsung nelepon suami masing2 sesuai pesan sang suami, dan para Prof pun mengucapkan selamat langsung per telepon *lap air mata*.

Dari Bandung yang nggak kalah macetnya, para undangan pun datang, meskipun beberapa tamu datang pas acara hampir selesai (sumpah deee, macet itu bikin kesel banget yak!), dan Pak Is dari BioFarma sempet2nya pesan ke KJ (Kakang Jeff-red), terima kasih untuk tetap membiarkan saya kerja setelah menikah dan melanjutkan proyek riset bersama antara Iwate Medical University sama BioFarma/UI, hehe.. Iya Pak, tenang aja, KJ ga bakal saya biarkan melarang saya kerja kok #lho😀

Dan last but not least, my dearest dearest friends, yang rela berangkat subuh dari Jakarta demi ngejer acara akad *peluk satu2* temen Komet angkatan 94 FKUI, sama my soulmates, Mbak Maya, Iin, dan mama Iin Tante Tien. Dan merekapun sempay menjadi saksi betapa kacaunya persiapan saya sebagai CPW hahahah *getok pala sendiri*

Buat yang nggak sempat diundang, maaf yaaaa, bukannya apa2, tapi ini memang acara serba mendadak dan betul2 kecil2an. Percayalah, saya sebetulnya mau undang semua, tapi apa daya, sarana penunjang terbatas *sun tangan minta maap*

5. Fotografer

Nggak pake pro fotografer, hihi, minjem kamera papahnya reka dan kamera kakakku, dan minta tolong reka dan siapapun yang bisa buat potretin. Alhasil, karena semua sibuk pengen difoto instead of motret (ampuun, dah!). Untungnya masih ada juga foto2 nya *sujud syukur*. Reka yang baik hati sempat buat picture montage (eh, bener ya, istilahnya? montage buat video itu saya tau, kalau buat foto istilahnya apa ya?). Makasih ya Ka!

Ini beberapa foto yang terselamatkan:

Seperti biasa, keluarga saya paling susah difoto bersama, pasti sibuk lihat ke arah beda2 *sigh*

6. Kebaya dll dan Baju CPP

Baju KJ sih gampang, dia bawa setelan jas item, kopiah, dan pake sarung minjem punya kakak ipar, sepatu, beres deh. Lah saya, dipaksa Neng Panny browsing cari model kebaya. Hadoooh. Dan setelah berantem via YM seminggu lebih, dan bosen diomelin Neng Panny karena belum juga ngasih modelnya, (padahal dia mesti udah minta sepupu yang punya butik mulai jaitin kebayanya), akhirnya di suatu Sabtu pagi dimana saya nggak mesti kerja, sayapun mulai memenuhi titah Neng Panny, cari model kebaya. Dan Alhamdulillah, dalam 15 menit, sayapun menemukan kebaya idaman! Hore! hihi. Langsung saya kirim gambarnya ke neng panny dan tanggapannya: iih, bagus! Aku juga mau bikin ah, buat lebaran. Yeeeee! Adik durhaka! dan perang pun dimulai lagi…

Dan cerita kehebohan tentang busana CPW ternyata belum habis. –bersambung

2 thoughts on “Tentang Persiapan Akad Nikah–Bagian 1

  1. Dearest Ivo,

    Selamat ya !
    Jadi terobat kangen ketika melihat foto-2 keluarga Sukabumi disini…

    O ya, jangan lupa meluangkan waktu membaca Al-Qur’an…
    Itulah buku induk science yang sebenarnya…
    Karena Al-Qur’an bercerita segala sesuatunya tentang alam ini dan Penciptanya.
    Jadi, sebenarnya petunjuk untuk menemukan ilmu-2 kedokteran juga ada di dalamnya…
    Cuma muslim yang diberi priviledge ini oleh Pencipta alam semesta ini…
    Karena itu, jangan di sia-siakan priviledge ini…

    Yusuf 12:111
    Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. AL QUR’AN itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan MENJELASKAN SEGALA SESUATU, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

    An Nahl 16:89
    (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu AL KITAB (AL QUR’AN) untuk MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

    Salam kangen untuk seluruh keluarga !
    Terutama untuk Papap dan Mama !
    Mohon sampaikan permohonan maaf uda kepada seluruh keluarga, jika dalam pergaulan kita dulu uda ada kesalahan…

    Salam,

    Harlizon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s