Tentang LDR

Kalau dihitung-hitung, dari sejak sebelum menikah sampai sesudah menikah, saya dan mantan pacar alias suami alias my significant other nggak pernah tinggal satu kota. Waktu mantan pacar masih tinggal di Jepang, kami tinggal di beda prefecture saja begitu, meskipun masih sama2 di Jepang utara. Alhasil, ketemu paling cuma hari Minggu, dan selebihnya skype saja. Tapi, seenggaknya, waktu itu nggak ada beda waktu, jadi jam ngobrol per skype masih jam-jam waras :p. Plus, karena kita masih tinggal di pulau yang sama, jadi ongkos ketemuan cuma bikin buku bank nangis, nggak sampai bikin buku bank ngancem mau harakiri.

Sejak beberapa bulan sebelum nikah, mantan pacar dengan kejamnya ditarik balik ke negara asalnya (dengan beda waktu 19 jam saja, saudara2..). Nah, mulai terasa deh, hal-hal yang dulunya dibuat jadi omelan seperti ongkos shinkansen (bullet train) yang mahal, bensin mahal dll, ternyata nggak ada apa2nya dibanding tiket pesawat (ya iyalah…), PLUS, berhubung saya tinggal di utaraaaa kalau mau terbang nggak bisa langsung ngesot ke bandara. Hitungannya: 2 jam 20 menit Morioka-Tokyo (Morioka-Tokyo kurleb jaraknya sama sama Jakarta-Semarang) naik shinkansen, plus 1 jam Tokyo-Narita naik kereta express. Ongkos: nggak usah ditanya deh, bikin sakit hatiii.

Setelah menikah, berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat, ternyata kesimpulannya saya yang harus pindah ke Honolulu, karena bos-bos saya lebih baik hati dari bos-bos mantan pacar saya dibolehin kerja dari dari Honolulu most of the year, dan cuma perlu ada di Jepang cukup dua bulan dalam satu tahun plus satu kali kunjungan ke Bandung per tahun sajah. Horeee!!

Tapiiiii ternyata proses pindah ini tak semulus yang kita perkirakan. Dari rencana pindah bulan Maret 2012, mundur ke Juni 2012, dan seakrang terpaksa mundur lagi ke Oktober 2012!!!! (bikin kuping berasap nggak sih??). Tapi mau gimana lagi, saya cuma bisa berdoa semoga saya nggak dicerai jadwal ini nggak mundur lagi Amiiiiiiinnnnnn!!!. Efek baiknya, bos saya super baik hati kalau ngasih libur, karena ngerasa salah sama saya plus mantan pacar eheheheh, jadinya selama periode Januari-April aja saya sudah terhitung libur 18 hari, plus akhir Maret saya libur lagi 10 hari, horeeee!!!. Dan untungnya, mantan pacar super suportif dan pengertian, jadi saya nggak sendirian berjuang (jyaaaahhhh lebay hahahah) supaya meskipun LDR, tapi kita berdua masih dekat di hati (dooh, bahasanyaaa…:D)

Jadi, apa saja usaha untuk bikin supaya LDR ini nggak bikin (terlalu) bete:

1. Masalah Kerja: saya selalu cerita ke mantan pacar tentang pekerjaan saya, proyek2, dan semua hal yang terkait dengan masalah kerja saya, selama bukan data confidential. Jadi, suami pun lebih gampang untuk support saya termasuk extension-extension durjana itu, karena dia paham, magnitude dan alasan kenapa saya harus kerja apa dan dari mana. Terus terang, ini yang buat beban saya lebih ringan dan yang bisa mencegah saya supaya nggak nyekek leher salah satu peserta meeting setiap kita meeting timeline dan diputuskan kalau masa tinggal saya disini harus diperpanjang.

2. Nabung waktu plus dana. Setiap ada kerjaan, saya berusaha supaya selesai cepet meskipun itu artinya saya harus lembur atau kerja pas weekend. Jadi, giliran ada waktu dimana saya nggak mesti ngapa2in, saya bisa kabur sejenak. Dan dengan perencanaan yang tepat, biasanya waktu luang ini bisa diklopin sama periode low season, tiket muraaaah!😀 Nah masalah dana, ini yang bikin puyeng. Jadinya, kita berdua nabung senabung2nya, puasa beli tas/sepatu/dan godaan2 syoping lainnya, jarang2 main ke karaoke, nongkrong di toko yang bagi2 kopi gratisan biar ga usah ke starbucks dll dll, biar bisa beli tiket. Dan tetep aja ya bok, ga bisa sering2 juga…hikksss….

3. Pemanfaatan Biz trip. Jadi, tiap mantan pacar harus biz trip ke Korea/Guam/Okinawa, dia selalu cari flight yang harus transit di Tokyo, ambil cuti sehari biar bisa long weekend di Tokyo, dan sayapun nyamperin ke Tokyo, atau dia nyamperin ke Morioka. Lumayan, pernah dalam satu bulan bisa tiap weekend ketemu. Sesuatu banget deh, ini…😀. Sayangnya, kalo ke Jakarta, ga bisa ya, transit di Honolulu? #eeaaa haha… Eh, pernah ya, saking maksanya ketemu, akhir taun lalu mantan pacar transitnya cuma bisa semalem, dan kebetulan saya memang ada perlu ke Tokyo. Alhasil, dalam rangka maksa mau ketemu, saya pun nyusul ke Haneda dan kitapun nginep semalem di hotel di dalam airport Haneda, dan selama 24 jam itu asli kita cuma muter2 dalam airport Haneda sajaa haha… (untung airportnya bagus dan banyak yang bisa diliat, whew..)

4. Skype. Skype. Skype. Saya mau sun tangan sama Skype inventor. Penyelamat dunia akhirat beneran deh :p

5. Penyesuaian waktu. Namanya ada beda waktu, jadi mesti pinter2 atur waktu. Misalnya Sabtu di saya, masih Jumat di tempat suami. Jadi, masalah grocery, ketemu temen, main, kerja extra, saya tumpuk di hari Sabtu. Hari Minggu saya bisa leyeh2 seharian di rumah, ngobrol via skype sampe bingung ga ada lagi yang mesti diceritain, dan akhirnya kita pun masing2 sibuk sendiri2, masak, bersih2 rumah dll, dan skype nyala terus. Jadi, kalau ada yang mau ditanya tinggal teriak. Lumayan, serasa nggak sendirian di rumah :p

6. Percaya. Ini sih nggak cuma LDR kali ya, percaya sama pasangan pastinya perlu mau LDR ataupun nggak. Saya memang orang yang nggak suka kebanyakan nanya/ditanya seperti: ‘I am going out with Pete tonight, I’ll be home by 7 your time’ –> saya nggak akan tanya siapa itu Pete, dll dll, soalnya, prinsip saya, kalau dia mau cerita ya cerita aja. Vice versa. Dan biasanya sih, kita cerita sendiri tentang siapa temen kita, mau pergi kemana, pas memang waktunya kita cerita. Dan buat saya, percaya = peace of mind. Lagian, kalo mau macem2, ga usah LDR, serumah aja kalo mau ngaco ya ngaco aja kalii hahah.

Dan terakhir, banyak doa, hehe. Doa semoga bisa cepet bareng, semoga nggak ada lagi extend-extend an, semoga urusan imigrasi cepet selesai, semoga semua experimen lancar terus, dan ga perlu ada siklus yang diulang, semoga gaji taun ini naik #eh haha..

Karena, seseru apapun LDR, it sucks!😀

Pemandangan malam dari Haneda Sky Walk (depan restoran steak enak) not bad, eh? :p

Picture taken from here

Written on: March 15, 2012 — 14 days before my next getaway to Maui!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s