Tentang iPhone: cerita foto

Sebetulnya, saya selalu berniat untuk potret2 setiap saya traveling. Masalahnya, saya nggak terlalu senang difoto atau mungkin terlalu malas buat ingat supaya bawa kamera kemana2. Dan nasib, ketemu suami yang lebih nggak hobi motret atau dipotret. Kalau ingat bawa kamera sih, saya selalu potret2 waktu traveling. Tapi, foto2 yang paling berkesan buat saya justru foto2 yang diambil pakai iPhone, karena biasanya kalau foto pakai iPhone pasti karena ada cerita serunya kaan.

Berhubung saat ini saya lagi bengong di Honolulu Airport nungguin my significant other yang nggak nyampe2 dari LA, saya jadinya iseng deh, blogging ga jelas😀

Nagoya Station, sekitar 2009

Waktu itu abis kongres dan ketemu teman2 dari Jakarta yang datang ke Jepang buat acara yang sama. Senang dong yak, bikin ribut dimana2 sibuk ngobrol ngalor ngidul pake bahasa betawi, namanya udah lama ga ke FKUI, jadi banyak dong aaah, gosip yang mesti diupdate. Nah, malem itu sementara para senior istirahat di kamar hotel masing2, yang masih belum senior, seperti biasa ngelincir malem2 dari mulai nyari HRC Nagoya (buat beli kaos doang hahaha), muter2 pake subway plus acara nyasar, dan nogkrong di cafe sampe midnait. Dan waktu di Nagoya station, kita nemu iklan segede gaban berbentuk sebagai berikut:

Dan patung ini pun sukses bkin kita ngakak2 sampe diliatin orang2 lewat. BTW, saya sih posenya masih sopan, temen saya sih posenya nggak sesopan saya. Bayangin aja sendiri deh, ahahahah…

International AIDS Conference, Vienna, 2010

Jadi, hari kedua kongres, di depan security gate ada orang bagi2 kaos ke semua peserta kongres. Namanya kampanye proteksi AIDS kali ya, ini kaos istimewa karena: itu di sleeve kiri, ada kantong nempel gitu, dari plastik, dan di dalam kantong itu diisi… kondom ahahahahah. Talking about being prepared….

Dan waktu saya pajang ini foto di Facebook, ramailah komentar orang2 yang…. pada pesen! ahahahahah geloo…

 

Halloween 2011

Ini Anpanman bukan profesional performer lho ya, ini temen saya, yang super rajin dan kreatif dan bikin kostum anpanman sendiri. Teman saya ini dokter gigi yang selain praktek, juga masih ngambil PhD di kampus termpat saya kerja. Dan selama seminggu sebelum Halloween, kegiatan dia setiap malam pulang kerja adalah: bikin kostum anpaman. Jadi, itu kepala dibuat dari cardboard yang dia potong2 dan tempel supaya bentuknya bulat, diangin2 semalaman sampai lemnya kering, dicat, terus dihias biar mirip anpaman. Talking about dedication to Halloween. Sementara saya? seperti bisa dilihat, saya muncul dengan kostum sebagai: Ivo ahahahahah. Bilang aja males.

Dan teman saya ini, besok paginya ga datang ke lab gara2 kecapekan semaleman pake kepala anpaman nan berat itu😀

To be continued…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s